Thursday, October 27, 2011

I broke up with YOU(r Catholic guilt and your sister)

So I finally broke up with my 4,5 year GF. #Phew

Its a big step for me. I was the one who broke up with her. I broke up with this unhealthy relationship. I'm pursuing my happiness by making a huge decision to stop this emotional roller coaster.

Setelah kecelakaan minor yg mengakibatkan kaki dan jari gw baret2 dan penggantian nyaris 1 juta, we didnt talk that much until 1 night before Q!FF Opening Ceremony. Udah kayak boring old couple di film American Beauty. Tanggal 29 Sept 2011 gw lagi rapat dan masih BBM-an ma dia. She said she thought about giving up on me.. giving up on US. Tapi karena gw udah lelah dengan semua itu, sudahlah, gw putusin aja. Dengan kondisi gw masih ngetik risalah meeting, gw berusaha untuk putus senormal mungkin. Bilang deh gw pengecut krn gw mutusin via BBM, tapi gw akhirnya berhasil juga kan putus dari dia?

Hubungan kami udah putus nyambung gak jelas dan gw sudah bener-bener capek me-maintain relasi ini (mostly) sendirian. Kata temen gw, mungkin gw sudah lelah mencintai dia. But what is love anyway? I was not myself. I hid things instead of telling the truth. I didnt function well when we had a fight. Gw muak dengan perilaku ngambeknya dia. DRAMA yang pengen gw lihat pada saat itu hanyalah DVD DRAMA untuk pemutaran di Q!FF (Btw film ini bagus tentang 3 anak teater yang mengekspolrasi seksualitas mereka).

Akhirnya gw putusin malam itu dan hari Senin gw ketemu dia untuk ngebahas putusnya kami tuh kenapa aja sih. Gwnya udah berpikir mateng-mateng untuk lepas dari. Gw udah ngomong "I cannot do this anymore" sampe "I dont want to be in a relationship with you" just to make her realized that it was wayyy too late to fix it. Where was she when I gave her last chance? Where was she when I got that accident? Where was she every Saturday night?

Akhirnya setelah sesi tangis menangis, pelukan terakhir dan gak ada aneh2, gw yakin bahwa gw bisa move on. You know the feeling when you're about to relapse again into shitty relationship? Yes I had that feeling, but I could manage that pretty well. Sudah ya, lupakan janji-janji di bulan Juni.. Lupakan rencana-rencana kedepan yang ternyata memang cuma wacana aja. Dan.. gak perlu mikirin future-nya bakal gimana karena di hubungan yang salah. You're right. Our relationship was wrong. Gw gak bisa menandingi Tuhan dan tentunya kakak kesayanganmu. Now you are hers. #LepasTangan #Fatalis? #YaSudahLah You know, as much as I love my girl's family, bukan berarti gw invisible dan harus pacaran sama schedule kakaknya juga. It was just too much. I cried after she left. I cried for being the "bad guy" but also, for celebrating my freedom. Gw mikir, kenapa gw gak bisa seberani ini dari dulu? I DO DESERVE SOMETHING BETTER THAN THIS RELATIONSHIP.

Itu terbukti sama relasi gw yang sekarang sih. Yuph, gw udah punya pacar. We're dating for 1 week I suppose. Just to make sure it was not CINTA LOKASI (yakali, FTV bener). Tapi dia udah ketemu gw terus dari pertengahan tahun untuk urusan Q! Awalnya gw juga kayak biasa aja sih. Makanya gw pun bersikap apa adanya. Taulah Q! kan isinya banyak cowok2. Gw udah amat sangat nyaman di lingkungan ini sehingga gw menunjukkan perilaku-perilaku extraordinary yang kadang sukses membuat gw terlihat bodoh. I smoke, I swear, I drink then got hammered pretty easily. Untungnya sekarang udah pinter ya minumnya untuk menghindari jackpot (I felt like a rockstar after Q! Party because I didnt get hammered unlike Aga.... #dikeplakpakeDVDPlayer )

Long story short, gw mulai lebih terbuka sama pacar gw yang skrg setelah gw putus dan emang dianya juga tau KODET. Dia bilang, gw gak mau mengusik cewek orang. Hal ini membuat gw ngerasa apa yah... (jeda) dihargai (?). Gw merasa harga diri gw kembali sedikit demi sedikit. Kadang kalau gw lagi ada masalah sama yg terdahulu, gw menerima karena gw merasa gw pantas mendapatkan itu. Bisa dibilang, harga diri gw udah hilang di laut deh. Ekspektasi akan pasangan dititik terendah, kerjaan gw adalah membuat senang pasangan tanpa mengetahui apakah gw senang juga atau tidak. Gosh, I felt stupid. Dan saat ini, gw mencoba untuk menyenangkan diri sendiri.

Oh iya, untuk mengklarifikasi aja, gw putus bukan karena pacar gw yang sekarang. Karena sampe detik ini gw pun belum tahu apakah dia sayang sama gw #DigeplakpakeMacBook . I mean, when I broke up, I didn't know if she likes me too. Jadi kalau setelah gw putus dan dia emang gak tertarik ma gw, gw yang akan nelongso. Tapi gw pun tetap tidak akan balikan ke mantan gw. Gw meminta dia untuk tidak ngehubungi gw selama 6 bulan. Aneh gak sih gw? Gw cuma gak mau ada yang mensabotase perasaan gw sampe dia bener-bener move on dan merasa content.

Now I'm happy. Gw gak perlu faking good, gw gak perlu mengemis-ngemis cinta, gw gak perlu berhadapan dengan perasaan bersalah, gw gak perlu menangis tengah malam dan bertanya-tanya kenapa pasangan ngambek setidaknya tiga kali seminggu, gw gak perlu menjawab "Ya kami akan menikah dengan laki-laki jika ada laki-laki yang menurut kami THE ONE dan pasangan harus siap untuk diputusin" ketika ditanya mau dibawa kemana hubungan lesbian kami, gw gak perlu merasa jomblo setiap malam minggu, gw gak perlu merasa insecure setiap malam cuma karena memikirkan kemungkinan untuk dicintai keesokkan harinya, dan gw gak perlu berdiam diri lalu bergumul sendirian ketika ada masalah dalam relasi.

Pacar gw yang sekarang... (jeda) #Mesem-mesem

Mungkin di postingan lainnya. Ah, senangnya blog gw bisa jadi tempat pembuangan sampah terakhir dan bank data untuk perkara love life gw. Hmm.. jadi pengen baca postingan yang lama-lama deh..

#SapaTauAdaYangBisaBikinNgakakMalem-Malem

4 comments:

Alanda said...

Unyuuuu :') Peluk cici valen

bybyq said...

Finally...

VaLvaLVaL said...

@Alanda: aih aku malu lho blog menye2ku dibaca alanda..hihihi

@bybyq: yeah, FINALLY.. >.< hey mana cerita putusmu? fufufu

bybyq said...

km mau aku cerita putus di blog?? -_-''